Masihkah generasi muda mengetahui makna Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei? di salah satu stasiun TV swasta, sepasang anak muda ketika diwawancarai tahu tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional tetapi tidak mengerti makna di balik hari Kebangkitan Nasional tersebut. Bahkan pemerintah praktis tidak melakukan kegiatan apa-apa dalam rangka hari Kebangkitan Nasional tahun ini. Sebagaimana acuhnya "pemimpin" demikian pula rakyatnya.
Kita juga melihat betapa sebagai bangsa kita lebih sering dilecehkan bahkan oleh bangsa yang secara jumlah penduduk, jumlah kekayaan alam yang lebih sedikit dari kitapun kita tidak berdaya. Apalagi terhadap negara maju seperti Amerika dan negara-negara maju lainnya. suatu kejadian betul-betul menghenyakkan ketika saya melihat foto bendera merah putih dijadikan penutup gerobak sampah. Benarkah sebagian besar dari bangsa ini sudah kehilangan kebanggaannya sebagai bangsa?
Bangsa ini terseok-seok dan tidak memiliki pemimpin yang mampu mengalang semangat mereka sebagai bangsa untuk bangkit. Kemiskinan yang bertambah telah menumbuhkan pula semangat apatis kepada pemerintah sehingga lebih banyak orang yang tidak perduli dengan kondisi lingkungan. Tanpa mereka sadari sesungguhnya mereka pulalah yang akhirnya menjadi korban ketika segala kerusakan yang terjadi suatu saat berbalik menjadi bencana alam.
Bisakah kita sebagai bangsa bangkit dari situasi yang tidak menyenangkan saat ini. Bisakah kita bangga sebagai bangsa dan bagian dari negara ini?
Mother Teresa suatu ketika pernah berkata, "Jangan tunggu pemimpin untuk melakukan Kebaikan, lakukan kebaikan maka anda menjadi Pemimpin".